NOTASI BALOK DAN NOTASI ANGKA
Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nadadan not saling dipertukarkan penggunaannya).
Tulisan musik biasa disebut partitur. Notasi musik
standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada
menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada
digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal.
Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan.
Unsur-unsur
notasi balok
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama
dengan keterangan mengenai tempo, ketukan, dinamika,
dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada
paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara
vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis
paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan
pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi
dengan not pada garis adalah interval sekunde. Tanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang
diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah
melambangkan nada g¹. Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan
nada a1–c2, sedangkan interval sekunde
merupakan pasangan nada a1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi
nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan
menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.
Notasi Angka
Dalam notasi
angka, not ditentukan dengan angka 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6
(la) dan 7 (si). Nada 1 tanpa titik merupakan nada C natural di notasi balok.
Tanda satu titik di atas not, menunjukkan bahwa not tersebut naik satu birama
dari nada asli, sedangkan tanda satu titik di bawah not menunjukkan bahwa not
tersebut turun satu birama dari nada asli.
1. Do = G menunjukkan nada dasar lagu tersebut.
2. 4/4 menunjukkan Tanda birama yang menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas
tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah
menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 4/4 di sini menunjukkan bahwa
terdapat empat ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti tiga ketukan
lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat
3. Tempo = 66 menunjukkan tempo lagu, artinya
dalam satu menit ada 66 ketuk.
4. SATB menunjukkan tipe suara yang
menyanyikan baris tersebut.
5. P berarti 'piano' yang berarti lembut, artinya lagi ini dengan dinamika yang lembut.
6. Tanda Crescendo yang dilanjutkan dengan tanda decrescendo, menunjukkan ada perubahan
dinamika, yakni mengeras, kemudian melembut lagi.
7. Garis birama yang merupakan pemisah antar birama.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Prier, Edmund. 1991. Sejarah Musik
Jilid I. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
Soeharto.M. 1983. Belajar Notasi
Balok.. Jakarta: Gramedia
Tandrio, Rizal. 2014. Asal Muasal Not Angka. Diakses pada tanggal
2 Januari 2014 pukul 11.00 WIB dari http://groupsyahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar