Senin, 04 November 2013

Parenting Skill Sebagai Pengubah Paradigma Berpikir Orang Tua Dalam Penentuan Pendidikan Anak

                Hampir semua anak dibesarkan dalam sebuah keluarga dengan satu atau kedua orang tua di mana perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh interaksi mereka dengan anggota keluarganya. Orangtua memiliki tanggung jawab utama dalam mensosialisasikan anak-anak mereka. Oleh karenanya, orangtua merupakan perantara yang paling penting. Secara langsung atau tidak, orangtua mengajari anak mereka bagaimana berperilaku, menghargai, dan mempercayai. Mereka mungkin mengajarkan dengan contoh, instruksi secara langsung, atau dengan memberi harapan perilaku tertentu dan bahkan dengan cara menakut-nakutinya.
                   Parenting adalah proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka yang meliputi aktivitas-aktivitas berikut: memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi(protecting) anak-anak ketika mereka bertumbuh. Aktivitas-aktivitas parenting biasanya terjadi dalam lingkungan keluarga, namun parenting tidak terbatas hanya pada mereka yang melahirkan anak.  Tanggung jawab parenting juga dilakukan oleh pihak-pihak lain dalam masyarakat,seperti anggota-anggota jemaat di gereja, para guru di sekolah, pembantu rumah tangga, perawat bayi (baby sitter), dan bahkan teman-teman si anak, serta media masa (TV, surat kabar, dan majalah).  Kendati demikian,orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengasihi dan memperhatikan anak-anak serta menolong mereka bertumbuh. Jadi Parenting skill merupakan suatu ketrampilan orang tua dalam mendidik anaknya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
        Pengasuhan fisik mencakup semua aktifitas yang bertujuan agar anak dapat bertahan hidup dengan baik dengan menyediakan kebutuhan dasarnya seperti makan, kehangatan, kebersihan, ketenangan waktu tidur, dan kepuasan ketika membuang sisa metabolisme dalam tubuhnya. Pengasuhan emosi mencakup pendampingan ketika anak mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan seperti merasa terasing dari teman-temannya, takut, atau mengalami trauma. Pengasuhan emosi ini mencakup pengasuhan agar anak merasa dihargai sebagai seorang individu, mengetahui rasa dicintai, serta memperoleh kesempatan untuk menentukan pilihan dan untuk mengetahui resikonya. Pengasuhan emosi ini bertujuan agar anak mempunyai kemampuan yang stabildan konsisten dalam berinteraksi dengan lingkungannya, menciptakan rasa aman, serta menciptakan rasa optimistic atas hal-hal baru yang akan ditemui oleh anak. Sementara itu, pengasuhan sosial bertujuan agar anak tidak merasa terasing dari lingkungan sosialnya yang akan berpengaruh terhadap perkembangan anak pada masa-masa selanjutnya. Pengasuhan sosial ini menjadi sangat penting karena hubungan sosial yang dibangun dalam pengasuhan akan membentuk sudut pandang terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.pengasuhan sosial yang baik berfokus pada memberikan bantuan kepada anak untuk dapat terintegrasi dengan baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya dan membantu mengajarkan anak akan tanggung jawab sosial yang harus diembannya (Hughoghi, 2004).
Sementara itu, menurut Jerome Kagan seorang psikolog perkembangan mendefinisikan pengasuhan (parenting) sebagai serangkaian keputusan tentang sosialisasi pada anak, yang mencakup apa yang harus dilakukan oleh orang tua/ pengasuh agar anak mampu bertanggung jawab dan memberikan kontribusi sebagai anggota masyarakat termasuk juga apa yang harus dilakukan orang tua/ pengasuh ketika anak menangis, marah, berbohong, dan tidak melakukan kewajibannya dengan baik (Berns, 1997). Berns (1997) menyebutkan bahwa pengasuhan merupakan sebuah proses interaksi yang berlangsung terus-menerus dan mempengaruhi bukan hanya bagi anak juga bagi orang tua. Senada dengan Berns, Brooks (2001) juga mendefinisikan pengasuhan sebagai sebuah proses yang merujuk pada serangkaian aksi dan interaksi yang dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan anak. Proses pengasuhan bukanlah sebuah hubungan satu arah yang mana orang tua mempengaruhi anak namun lebih dari itu, pengasuhan merupakan proses interaksi antara orang tua dan anak yang dipengaruhi oleh budaya dan kelembagaan sosial dimana anak dibesarkan.
Beberapa definisi tentang pengasuhan tersebut menunjukkan bahwa konsep pengasuhan mencakup beberapa pengertian pokok, antara lain: (1) pengasuhan bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, baik secara fisik, mental maupun sosial, (2) pengasuhan merupakan sebuah proses interaksi yang terus menerus antara orang tua dengan anak, (3)pengasuhan adalah sebuah proses sosialisasi, (4) sebagai sebuah proses interaksi dan sosialisasi proses pengasuhan tidak bisa dilepaskan dari sosial budaya dimana anak dibesarkan.



DAFTAR PUTAKA

Dakir, Prof.Drs.1993. Dasar-dasar Psikologi. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Soelaeman, M.I. (1985). Suatu Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Soemanto, Wasty. 1998. Psikoloogi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.